TERTIBKAN PABRIK PANARUB

Quoted post

ANISA

#21

2016-02-17 02:01

Dear All saya anisa pembuat Petisi ini...

saya mohon bantuan temen temen semua untuk blow up masalah ini , kita semua sama sama pengguna rutin jalan itu dan kita sama sama tidak tahu harus komplain kepada siapa atas kerugian waktu yang kita alami setiap harinya ,

saya pribadi tidak ada seditpun unsur menjatukan/mencemarkan PT.Panarub , sepenuhnya ini hanyalah jeritan suara hati saya yang setiap hari harus turun dari angkot lalu berjalan kaki demi bisa menerobos kemacetan, tepat di depan point of macet saya naik angkot lagi untuk mencapai tujuan .. dan itu saya lakukan setiap hari pagi dan sore(maghrib) selama kurang lebih 3tahun

bukannya saya mengeluh .. tapi difikir2 dihitung2 ongkos saya kok mahal karena ini , apa saya harus duduk diam stuck di angkot smpe berjam jam supaya hemat ? lalu kerja saya yang masuk jam 8 pagi bagaimana ...

 

mungkin rutinitas saya ini sama dengan yang teman teman alami apalagi yang rumahnya satu arah dengan saya ...

 

yuk share petisi ini supaya sampai di angka 1000 TTD , lalu akan saya follow up ke Media dan Pemkot Kota Tangerang

 

Jawaban

Sandrio

#27 Re:

2016-02-17 02:27:57

#21: ANISA -  

 Saya sudah TTD dan kasih komentar mba ! Saya dukung 200 % !

Aceng

#220 Re:

2017-02-22 15:28:34

#21: ANISA -  

 Maaf saya baru tahu ada petisi ini, sudah setahun lebih,  tapi semoga masih bisa berlanjut. 

Benar sekali, bahwa kemacetan yg terjadi sudah sangat merugikan semua pengguna jalan yg melintas di lokasi tersebut (sekitar pabrik Panarub).

Sejauh yg saya ketahui,  karena setiap pagi saya mengantar anak ke sekolah,  kemacetan yg terjadi disebabkan banyak faktor penyebab, karyawan yg menyebrang tidak pada tempatnya, angkot yg berhenti seenaknya, dan yg tidak kurang menyebabkan kemacetan adalah pasar, sehingga banyak yg belanja pulang dan pergi dengan memotong jalan.

Saya tidak anti dengan semua itu,  hanya saja saya merasa kerugian yg ditimbulkan sangat sangat besar bagi semua yg melintas di lokasi tersebut,  baik secara ekonomis karena bbm, waktu,  tenaga,  yg terbuang percuma, dan yg tidak teritung kerugiannya adalah dari segi moril,  efek psikologis yg ditimbulkan sangat besar dan sangat merugikan, bahkan bila diakumulasi seluruhnya bisa tak terhingga nilainya. 

Seandainya para karyawan bisa tertib menggunakan JPO,  angkot tidak berhenti ngetem seenaknya,  dan yg tidak kalah penting adalah relokasi pasar yg juga menyumbang kemacetan. Semua itu harus diperhatikan, apakah yg sekarang terjadi ini lebih banyak manfaat atau mudaratnya? Jangan terus terjadi pembiaran seperti ini. 

Di sini saya berharap, agar seluruh fihak terkait, khususnya Pemkot Tangerang, bisa memperhatikan kerugian para pengguna jalan,  baik dari segi moril maupun materil, dan sekali lagi saya mohon agar dilihat dengan hati nurani,  bila hal ini dibiarkan,  lebih banyak mana? Manfaat atau mudarat?