LOMBOK BERDUKA - LOMBOK IS URGENT - LOMBOK NEED HELP - TOLONG PETINGGI NEGARA LIHATLAH KAMI

Kepada para petinggi negara REPUBLIK INDONESIA, tanah air kami tercinta.

Apakah kalian hanya berfikir bahwa kami disini, dilombok yang tengah dilanda dengan bencana gempa hanyalah sebuah bencana biasa? Bukan bencana nasional? Tidakkah kalian lihat? Berapa banyak korban jiwa yang telah terenggut nyawanya akibat bencana yang menimpa kami. Tidakkah kalian melihat berapa banyak kerusakan bangunan yang terjadi? Hampir semua bangunan rumah, dan gedung-gedung sekolah maupun gedung kantor dan gedung perbelanjaan telah hancur rubuh. Tidakkah kalian tahu? Betapa rusaknya psikis kami, mental kami. Kami disini merasakan trauma hebat. Apakah kalian masih ingin menyebut ini bukan bencana nasional? Pemerintah tolong katakan dan jelaskan pada kami semua. Apakah ini bukan bencana nasional?. Untuk pemerintah kami, disini hampir setiap hari terjadi gempa. Memakan hampir 500 korban jiwa, ribuan sekolah sudah rata dengan tanah, aktifitas sehari-hari dan kegiatan sekolah telah lumpuh. Lantas pemerintah hanya diam? Menganggap bencana ini bukan bencana nasional? Apakah pemerintah tidak ingin membiayai kami dengan APBN? Apa perlu lebih banyak korban lagi? Dan apakah perlu kami mengeluarkan biaya untuk menaikkannya untuk menjadi bencana nasional? Apakah pemerintah akan menunggu lombok ini menjadi rata terlebih dahulu, dan barulah kalian menganggap bencana ini adalah bencana nasional? Tolong pemerintah jelaskan pada kami ini. Kami juga adalah rakyatmu.Screenshot_2018-08-10-11-51-50_1_1.jpg

Tandatangani petisi ini


ATAU

Alamat email Anda tidak akan disiarkan di situs kami. Namun demikian, penulis petisi akan melihat semua informasi yang Anda berikan di formulir ini.

Anda akan menerima surel berisi tautan untuk mengonfirmasikan tanda tangan Anda. Untuk memastikan Anda menerima email kami, harap menambahkan info@petisionline.net ke daftar kontak/buku alamat atau daftar pengirim aman (safe senders list) Anda.

Iklan Berbayar

Kami akan mengiklankan petisi ini ke 3000 orang.