PENILAIAN ULANG FINALIS SIMPOSIUM GURU 2015


Tamu

/ #3

2015-11-18 09:51

1. Proses penilaian karya sangat tidak sesuai dengan ketentuan. Baik dalam bentuk penulisan atau proses penilaian. Banyak para peserta yg kecewa terhadap hasil penilaian.
* berdasarkan hasil observasi yg dilakukan penilaian yg dilakukan dgn sistem like (40%) tidak berlaku pada karya2 tertentu. Bahkan ada karya tanpa like 1pun bisa jadi salah 1 dari 200 kuota padahal hasil karya ilmiahnyapun blm sesuai dgn ketentuan yg dicantumkan oleh panitia.


2. Kuota 200 orang? Its unfair dgn lebih banyaknya pemenang dari setiap unit yg didomonasi oleh tingkat smp. (Barangkali akan lebih baik membagi 200 menjadi 20 pemenang perjenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK)


3. Setelah melakukan posting ttg bukti2 yg bersangkutan panitian langsung menghapus segala kejanggalan berupa (tdk bisanya lagi orang2 mengakses karya2 para juara dan melihat jumlah like) katanya acara ini dibuat untuk berbagi ilmu. Para 200 pemenang itu kan pasti orang2 terpilih dan terbaik, justru kami butuh karyanya untuk diunggah supaya menginspirasi. Bukan malah dihilangkan


4. Setelah saya mengirim menjadi peserta karya, Alhamdulillah saya terpilih jadi salah satu peserta umum walaupun saya tdk daftar. Saya pikir mungkin saya terpilih karena tahin lalau saya menjuarai guru berprestasi 2014. Tapi saya jadi sedih ketika banyak teman2 dari daerah yang justru berharap lebih untuk bisa hadir dan sengaja mendaftar malah tdk dapat kuota untuk datang. Saya mengalami kenal dgn teman2 seluruh Indonesia, dimana untuk.mengakses internet saja sangat sulit. Ayolah.. acara ini dibuat untuk.kemajuan Indonesia bukan untuk membodohi guru2 yang luar biasa pintar dan berdedikasi untuk.kemajuan negeri ini.

Sekian, mohon maaf jika tulisan saya cukup vulgar, tapi untuk.acara sekaliber GURU NASIONAL dan di peruntukan untuk GURU INDONESIA seharusnya bisa dilakukan dgn tranparansi dan berkeadilan.