BANJIR & ROB PEKALONGAN

Kepada Yth,

1.Presiden RI

2.DPR RI

3.Gubernur Jateng

4.DPRD Jateng

5.Bupati Pekalongan

6.DPRD Kabupaten Pekalongan

7.Walikota Pekalongan

8.DPRD Kota Pekalongan

BANJIR & ROB PEKALONGAN 
1-5 Februari 2016 > P=Parah 
1-3 Desember 2017 > P=Parah 
22-31 Mei 2018 > P=Parah 
27-31 Januari 2019 > MP=Makin Parah 

KOTA PEKALONGAN

Banjir besar melanda wilayah pantura, tidak terkecuali Kota Pekalongan. Hujan deras sejak Sabtu (26/1) sore hingga Minggu (27/1) pagi menyebabkan  70 persen luas wilayah Kota Pekalongan tergenang.

Banjir terjadi hampir merata di empat kecamatan se-Kota Pekalongan dengan ketinggian genangan antara hingga 1 meter. Sebanyak 3.183 warga mengungsi di sejumlah lokasi pengungsian.

Kelurahan Tirto terdampak banjir paling parah. Kelurahan ini berlokasi di antara Sungai Meduri dan Sungai Bremi. ‘’Banjir kali ini sangat besar karena luapan dari dua sungai bertemu di sini. Ditambah hujan deras yang tidak kunjung henti sejak Sabtu,’’ kata Sunaryo, warga Kelurahan Tirto.

Berdasarkan data BPBD Kota Pekalongan, banjir menggenangi 70 persen dari luas wilayah Kota Pekalongan 45,25 kilometer persegi. Banjir terjadi merata di empat kecamatan.

‘’Banjir kali ini banjir yang besar. Hampir menyeluruh Kota Pekalongan tergenang banjir,’’ terang Wali Kota Pekalongan Mochammad Saelany Machfudz usai meninjau pengungsi dan mendistribusikan bantuan kepada pengungsi di Masjid Al Karomah dan Gedung Olahraga (GOR) dan Kesenian Jetayu.

Dari laporan camat dan lurah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Banjir yang dipimpin Wali Kota Pekalongan di Ruang Kresna Setda Kota Pekalongan, Minggu (27/1) disampaikan, dari 27 kelurahan di empat kecamatan, hanya dua kelurahan yang tidak tergenang banjir.

Tujuh kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara, semua tergenang banjir. Begitu juga tujuh kelurahan masing-masing di Kecamatan Pekalongan Timur dan Kecamatan Pekalongan Barat, juga tergenang.

Sementara di Kecamatan Pekalongan Selatan, dari enam kelurahan, hanya dua kelurahan bebas banjir.  Selain Kelurahan Tirto, kelurahan terdampak banjir cukup parah lainnya yakni Kelurahan Pasirkratonkramat (Kecamatan Pekalongan Barat), Sampangan, Kelurahan Kauman dan Poncol (Kecamatan Pekalongan Timur), serta Bugisan Kelurahan Panjang Wetan dan Pabean Kelurahan Padukuhankraton (Kecamatan Pekalongan Utara.

Jumlah pengungsi 3.183 jiwa, tersebar di 19 lokasi. Di antaranya Masjid Al Karomah, GOR Jetayu, markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan, Masjid Jami  Setono, Stadion Hoegeng dan Mushala Assunah Krapyak Kidul.

Selain itu, Aula Kecamatan Tirto, Mushala Baitul Makmur Degayu dan Kelurahan Sampangan. Sementara sebagian warga lain yang terdampak banjir bertahan di rumah masing-masing. ( https://www.suaramerdeka.com/news/baca/163416/70-persen-wilayah-kota-pekalongan-tergenang )

KABUPATEN PEKALONGAN 

3 kecamatan yang jadi langganan banjir dan rob yaitu  Kecamatan Tirto meliputi Desa Jeruksari, Tegaldowo, dan Karangjompo. Kecamatan Wiradesa di Kelurahan Bener. Sementara Kecamatan Wonokerto yang terdampak adalah Desa Pecakaran, Api Api, Wonokerto Wetan, Wonokerto Kulon, Tratebang, dan Pesanggrahan.

https://www.merdeka.com/peristiwa/10-desa-terendam-banjir-rob-800-warga-mengungsi.html ) 

KENAPA PETISI INI DI BUAT 

Penurunan permukaan tanah di Kota Pekalongan sangat mengkhawatirkan. Setiap tahun, permukaan tanah di sejumlah kelurahan di Kota Pekalongan mengalami penurunan antara 25 hingga 34 sentimeter (cm).

Hal ini disampaikan Peneliti Lembaga Kemitraan bagi Tata Kelola Pemerintahan, Arif Nurdiansyah pada workshop partisipatif dengan tema Peningkatan Kapasitas Menulis, Membuat Film dan Mengolah Data menjadi Alat Kampanye Lingkungan Bersama di Hotel Nirwana, Sabtu (16/9).

Arif mengatakan, data tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Kemitraan bagi Tata Kelola Pemerintahan menggunakan citra satelit sentinel dalam kurun waktu 2016 dan 2017. Sentinel merupakan data citra satelit yang dapat diperoleh dengan tanpa biaya.

‘’Penurunan permukaan tanah di Kota Pekalongan harus benar-benar menjadi perhatian serius. Pada sejumlah kelurahan di Kota Pekalongan, penurunan permukaan tanah mencapai 25-34 cm per tahun. Sementara jika dibandingkan dengan DKI Jakarta, penurunan permukaan tanah (Kota Pekalongan) 20 cm per tahun,’’ terangnya.

Kondisi tersebut menyebabkan banjir rob di Kota Pekalongan cenderung lebih parah dibandingkan daerah lainnya. Di Kecamatan Pekalongan Utara, kelurahan paling parah terdampak rob di antaranya Kelurahan Bandengan, Kandang Panjang, Panjang Wetan dan Padukuhankraton. Selain itu, Kelurahan Pasirkratonkramat yang berada di Kecamatan Pekalongan Barat, juga terdampak rob.

‘’Bahkan, Kelurahan Tegalrejo yang lokasinya cukup jauh dari bibir pantai, juga terdampak,’’sambungnya. Menurut Arif, penurunan permukaan tanah tersebut terjadi karena penggunaan air tanah yang berlebihan. Karena itu, lanjut dia, dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemkot Pekalongan diharapkan dapat mengeluarkan perda untuk mengatur penggunaan air tanah.

Sementara Pemprov Jateng diharapkan dapat menormalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS), mengingat kondisi lima sungai di Kota Pekalongan sudah memprihatinkan, baik dari sisi sedimentasi maupun pencemaran limbahnya. Adapun masyarakat dapat membuat sumur resapan dan menanam pohon untuk mengoptimalisasi penyerapan air tanah.

Arif juga mengingatkan perusahaan-perusahaan untuk ikut terlibat aktif dalam mengatasi masalah ini. Di antaranya melalui dana corporate social responsibility (CSR) dalam gerakan meminimalisasi tingkat penurunan permukaan tanah dan penanggulangan banjir rob.

Adapun workshop tersebut menghadirkan penulis buku, Ashad Kusumadjaya dari Yogjakarta dan sutradara film dokumenter, Lexy Rambadeta. Acara dihadiri 22 komunitas yang memiliki kepedulian dalam penanggulangan rob di Kota Pekalongan ( https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/126196/permukaan-tanah-turun-25-34-cm-per-tahun )

# Pembuatan tanggul raksasa perlu dipercepat , apalagi tanggul raksasa yang wilayah kabupaten pekalongan masih terkendala pembebasan lahan

( http://jateng.tribunnews.com/2018/05/02/pembangunan-tanggul-raksasa-penahan-rob-kota-pekalongan-terkedala-cuaca )

# Dari 10 pompa yang dijanjikan yang ada di lokasi banjir rob baru 2 itupun yg berfungsi baru 1 pompa

http://jateng.tribunnews.com/2019/01/09/bbws-pemali-juwana-akan-pasang-10-pompa-di-tanggul-raksasa-penahan-rob-kota-pekalongan ) 

Sudah bertahun-tahun sampai th 2019 ini tidak ada langkah yang jelas terkait upaya penanggulangan masalah rob dan bajir di pekalongan ini

banjir9.jpg

kris9.jpg

kris5.jpg

kris4.jpg

kris2.jpg

 

 

Tandatangani petisi ini

Dengan menandatangani, saya memberi izin pada Adji untuk menyerahkan tanda tangan saya kepada pihak-pihak yang berwenang terhadap persoalan ini.


ATAU

Anda akan menerima surel berisi tautan untuk mengonfirmasikan tanda tangan Anda. Untuk memastikan Anda menerima email kami, harap menambahkan info@petisionline.net ke daftar kontak/buku alamat atau daftar pengirim aman (safe senders list) Anda.

Iklan Berbayar

Kami akan mengiklankan petisi ini ke 3000 orang.

Ketahui lebih banyak...